Senin, 15 Oktober 2012

Agresi, Prasangka dan Diskriminasi


Pengertian Prasangka
Prasangka adalah sebuah sikap yang umumnya bersifat negative terhadap anggota kelompok tertentu,semata berdasarkan keanggotan mereka dalam kelompok tersebut.
Seseorang berprasangka negaif terhadap seseorang tersebut tanpa mempedulikan tingkah laku orang tersebut.
Prasangka merupakan sebuah tipe khusus daris sikap dan terdapat prasaangka memilki  dua pengaruh yaitu:
1.Seseorang yang berprasangka negative tentang orang lain akan selalu diingat dan apabila apa yang dipikirkan sama dengan apa yang orang tersebut lihat maka prasangka orang tersebut terhadap orang lain akan mendapat perhatian lebih.
2.Orang yang berprasangka negative terhadap orang lain akan memiliki emosi yang negative walau hanya memikirkan dan melihat kehadiran orang tersebut,prasangka juga dapat menimbulkan tingkah laku yang berdampak negative pada orang yang dinilai negative dan dalam berprasangka terdapat keyakinan-keyakinan(streotif) dan harapan pada orang yang dinilai negative.
Walaupun demikian prasangka tidak selalu diwujudkan dalam tingkah laku karna adanya hukum,tekanan social dan ketakutan  adalah hal-hal yang dapat mencegah hal tersebut.
Prasangka timbul karna :
1.Dengan berprasangka terhadap  orang lain ,orang tersebut akan merasa bahwa citra diri mereka meningkat dan mereka berpikir merekalah yang terbaik.
2.Prasangka ada karna untuk menghemat kita dalam mengorganisasi,menginterpretasi,dan mengambil informasi.   


DISKRIMINASI
Diskriminasi adalah aksi negative terhadap kelompok yang menjadi sasaran prasangka.Diskriminasi berhubungan dengan prangka karna seperti yang telah saya katakana pada bagian sebelumnya bahwa prasangka dapat menimbulkan tingkah laku negative kepada orang mendapat prasangka negative itu,wujud tingkah laku negative itu adalah diskriminasi.
 Terdapat beberaapa bentuk dalam diskriminasi pada saat sekarang yaitu;
1.Rasisme Modern
Rasisme modern adalah berusaha menutupi prasangka didepan umum tetapi segera mengecam ketika hal tersebut aman dilakukan .
2.Tokenisme
Tokenisme adalah perlakuan seseorang terhadap orang lainnya ,yang ia nilai negative ,dimana orang lain tersebut diperlakukan seolah secara fositif karna factor rasial orang itu tetapi dilain kesempatan  orang yang berprilaku positif tersebut direndahkan sehingga menimbulkan dampak psikologi yang negative bagi sasaran prasangka dan prilaku prasangka.  
Sumber  Prasangka:
1.      Konflik lansung antar kelompok situasi dimana kelompok-kelompok social bersaing untuk memperoleh sumber daya yang terbatas
2.      Pengalaman awal dan proses pembelajaran social.
3.      Kecenderungan kita untuk mengkotak-kotakan dunia “kita”dan”mereka” dan memandang kelompok kita sendiri sebagai kelompok yang lebih baik daripada berbagai out-group lainnya.
4.      Cara kita memperoses informasi social.
Cara-Cara Mengurangi dan Mengatasi Prasangka:
1.      Mengubah pengalaman masa kanak-kanak sehingga mereka tidak diajarkan untuk mengecam oleh orangtua dan dewasa lainnya.
2.      Berinteraksi secara lansung dari orang dengan kelompok yang berbeda,ketika hal ini terjadi dengan kondisi tertentu ,prasangka dapat berkurang.
3.      Merubah batasan antara “kita “ dan “mereka”.
4.      Menggunakan teknik kognitif sehingga memotivasi orang menjadi tidak berprasangka.
5.      Membiasakan diri untuk selalu berkata tidak terhadap hubungan antara sterotifp dengan kelompok social tertentu.
6.      Memberikan pandangan bahwa kita tidak berprasangka seperti mereka yang berprasangka.
7.      Memandang orang yang menjadi target berprasangka sebaga agen yang aktif dan merespon terhadap prasangka yang diberikan.


AGRESI
Agresi adalah tingkah laku yang tujuannya diarahkan untuk menyakiti makhluk orang lain.
Banyak hal yang disinyalir menimbulkan perilaku agresi  ini yang sering didengung-dengungkan oleh para ahli adalah keyakinan bahwa agresi muncul karna factor biologis (Lorenz ,1966, 1974). Factor-faktor biologis tersebut menurutnya adalah secara alami manusia memiliki insting untuk menyakiti orang lain dan agresi ditujukan untuk membutikan siapa yang paling kuat,selain itu manusia melakukan agresi terhadap orang lain dengan banyak cara, dari mengabaikan orang lain, menyebarkan isu buruk sampai kepada sikap brutal.
Dalam melihat sebuah agresi,hendaknya kita melihat unsur-unsur agresi,yaitu  :
o   Menyerang Orang Lain
o   Dengan Maksud / Niat
o   Menyakiti / melukai ( jiwa / fisik ) orang lain
o   Berbentuk lisan , tulisan atau perbuatan.
Jenis jenis agresi menurut Myers (1996) membagi Agresi menjadi dua jenis yaitu
1. Agresi Marah / Agresi emosi ( Hostile Aggression ).
Adalah ungkapan kemarahan dan ditandai dengan emosi yang tinggi . Perilaku agresif dalam jenis ini adalah tujuan dari agresi itu sendiri.
2. Agresi Instrumental yaitu agresi sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain ( Instrumental Agresion ).
Agresi Instrumental pada umumnya tidak disertai emosi . Bahkan antara pelaku dan korban kadang kadang tidak ada hubungan pribadi . Agresi ini hanya merupakan sarana untuk mencapai tujuan lain.






Teori-teori Terkait Agresi
1.      Teori Dorongan :
Teori dorongan berpendapat bahwa motivasi untuk menyakiti orang lain dikarnakan factor-faktor eksternal seperti frustasi dan keadaan lingkungan. Frustasi itu sendiri artinya adalah hambatan terhadap pencapaian suatu tujuan. Dengan demikian Agresi merupakan pelampiasan dari perasaan frustasi atau dapat dikatakan bahwa frustasi menyebabkan terangsangnya suatu dorongan yang tujuan utamanya adalah menyakiti beberapa orang atau objek terutama yang dipersepsikan sebagai penyebab frustasi.
2.      Teori modern atas agresi :
Teori ini menyatakan agresi dipicu oleh banyak sekali variable input- aspek-aspek dari situasi saat ini atau kecenderungan yang dibawa individu ketika menhadapi situasi tertentu. Bebrapa varibel pemicu agresi :
Yang pertama ialah frustasi, timbul dari bentuk serangan berupa penghinaan, juga bisa ketika seseorang tidak merasa nyaman atas situasi tertentu yang menyebabkan timbulnya agresi.
Yang kedua adalah trait, hal ini mendorong seseorang untuk mdah sekali melakukan agresi, berhubungan terhadap sikap dan kepercayaan terhadap bentuk agresi tersebut.





REFERENSI
Robert.Baron/2004/Psikologi social jilid 1dan 2 edisi kesepuluh /Jakarta/Erlangga


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar